Stilistika
Vol. 9 No. 2 (2021): Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni

ANALISIS GAYA BAHASA DALAM ANTOLOGI CERPEN DAERAH BARU KARYA GDE ARYANTHA SOETHAMA

Gede Sidi Artajaya (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia)



Article Info

Publish Date
31 May 2021

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan penggunaan jenis majas yang dipakai pengarang dan majas yang dominan muncul dalam cerpen. Metode yang dipergunakan adalah deskriptif kualitatif. Objek dalam penelitian ini adalah penggunaan gaya bahasa dalam antologi cerpen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa antologi cerpen Daerah Baru karya Gde Aryantha Soethama terdapat empat klasifikasi besar majas, yaitu perbandingan, sindiran, pertentangan, dan penegasan. Pada masing-masing klasifikasi terdapat jenis majas alegori, asosiasi, analogi, simile, simbolik, metafora, sinestesia, metonimia, litotes, hiperbola, personifikasi, dan pars pro toto (majas perbandingan). Selain itu, terdapat majas sarkasme dan sinisme (majas sindiran). Majas yang lainnya adalah repetisi, pleonasme, klimkas, dan antiklimkas (majas penegasan). Terdapat juga majas antitesis dan paradoks (majas pertentangan). Penggunaan majas didominasi oleh bentuk gaya bahasa perbandingan, seperti hiperbola, metafora, dan personifikasi. Gaya bahasa yang paling banyak digunakan adalah gaya bahasa hiperbola. Abstract The research objective is to describe the use of the language style used by the author in writing his work and the dominant language style that appears in the short story. The method used is descriptive qualitative. The results of this study indicate that the short-story anthology Daerah Baru by Gde Aryantha Soethama contains four major classifications of figure of speech, namely comparison, satire, contradiction, and affirmation. In each classification there are types of allegory, association, analogy, simile, symbolic, metaphor, synesthesia, metonymy, lithotes, hyperbole, personification, and pro toto pars (comparative figure). In addition, there are figures of sarcasm and cynicism (satire figure). Other figures of speech are repetition, pleonasme, climax, and anti-climax (affirmation figure). There are also antithesis and paradox figures (contradiction figures). The use of figure of speech is dominated by forms of comparative language style, such as hyperbole, metaphor, and personification. The language style that is most widely used is the hyperbole style.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

stilistika

Publisher

Subject

Arts Education Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Perkembangan dan dinamika ilmu pengetahuan, termasuk salah satunya ilmu pendidikan bahasa dan seni sangatlah pesat. Perlu sebuah wadah untuk menampung dan menyebarluaskan kemajuan ilmu pendidikan bahasa dan seni secara berkesinambungan agar dapat mengedukasi masyarakat. Civitas akademika FKIP ...