Keyakinan mapan bahwa Imam Al Syafi’I adalah seorang mujaddid dan nashir sunnah merupakan keyakinan mainstream yang hamper mustahil di tiadakan dan dengan keyakinan ini, umat islam, selama berabad-abad di tundukkan dalam sebuah doktrin bahwa syafi’I dengan segala kiprahin telektualnya merupakan sosok sarjana muslim yang layak mendapatkan penghargaan dan apresiasi mendalam. Realitas semacam ini bukan saja membelengguakan kemunculan penilaian objektif terhadap figure syafi’I, tapi dengan pesat malah menyuburkan sebentuk keimanan baru bahwa segala konsepsi yang ditawarkannya mutlak benar dan karenanya harus ditaati, tabu untuk dikritisi. Bisa saja, apresiasi memang harus disematkan kepada syafi’I untuk segala inovasinya dalam ranah intelektual islam klasik. Betapapun, sebagai sarjana muslim tersohor dizamannya ,syafi’I dikenal sebagai sosok prolific dan diberi label moderat oleh Sebagian kalangan. Penilaian yang terakhir ini mungkin lebih karena factor adanya qoul qodim dan qoul jadid yang dicetuskannya sebagai penyikapan terhadap perbedaan sosio kultur masyarakat yang diahadapi dalam kapasitasnya sebagai seorang faqih.
Copyrights © 2022