Meningkatnya jumlah perkawinan di Kabupaten Bombana menurut data BPS Kabupaten Bombana, yaitu terjadi pada tahun 2016 hingga tahun 2018. Pada tahun 2016 ke 2017 terjadi pertambahan populasi rumah tangga sebesar 3,22% atau sebanyak 1239 rumah tangga, sedangkan untuk pertambahan populasi rumah tangga dari tahun 2017 ke 2018 yaitu sebesar 2,58% atau sebanyak 1027 rumah tangga. Pelaksanaan rangkaian acara perkawinan terkendala akan sarana dan prasarana penunjang yang tidak tersedia. Rangkaian acara dan upacara perkawinan ini biasanya hanya dilaksanakan di hotel-hotel ataupun dengan membuat tenda sendiri di jalanan-jalanan umum tanpa ada gedung khusus untuk acara dan upacara perkawinan itu sendiri. Hal ini tentunya akan menjadi sebuah permasalahan karena dapat mengganggu orang atau pengguna jalan lain, serta akan memberikan kesan yang kurang baik terhadap pemandangan jalanan kota.Perancangan ini dilakukan dengan metode studi literatur, observasi langsung dan studi banding dengan tujuan sebagai berikut: (a) Mewujudkan Gedung Pusat Perkawinan yang dapat mewadahi acara perkawinan masyarakat Kabupaten Bombana; (b) Mewujudkan Gedung Pusat Perkawinan di Kabupaten Bombana dengan menerapkan pendekatan Arsitektur Modern.Penerapan Arsitektur Modern pada Gedung Pusat Perkawinan diaplikasikan pada bentuk dan tampilan bangunan, mulai dari bentuk bangunan yang bersifat kubism, penerapan bukaan dengan banyak penggunaan elemen kaca, dan memiliki ruang terbuka yang difungsikan sebagai wedding outdoor, serta desain ruang luar yang terkoneksi dengan eksisting sekitar tapak.Kata Kunci: Perkawinan, Gedung Pusat Perkawinan, Bombana, Arsitektur Modern. The increasing number of marriages in Bombana Regency according to Bombana Regency BPS data, which occurred from 2016 to 2018. In 2016 to 2017 there was an increase in the household population by 3.22% or as many as 1239 households, meanwhile the increase in the household population from 2017 to 2018 was 2.58% or as many as 1027 households. The implementation of a series of wedding events is constrained by the unavailability of supporting facilities and infrastructure. This series of events and wedding ceremonies are usually only held in hotels or by making their own tents on public streets without a special building for the wedding ceremony and ceremony itself. This of course will be a problem because it can disturb people or other road users, and give a bad impression to the city street view.This design is carried out using literature study methods, direct observation and comparative studies with the following objectives: (a) Realizing the Marriage Center Building that can accommodate the wedding ceremony of Bombana Regency's people; (b Realizing the Marriage Center Building in Bombana Regency by applying the Modern Architecture approach.The application of Modern Architecture in the Marriage Center Building is applied to the shape and appearance of the building, starting from the shape of the building that is cubism, the application of openings with a lot of use of glass elements, and having open spaces with the function as outdoor weddings, as well as the design of outdoor spaces that are connected to the existing around the site.Keywords: Marriage, Marriage Center Building, Bombana, Modern Architecture.
Copyrights © 2022