Jihad sebagai suatu ajaran yang luhur dalam Islam ternyata masih sering disalahpahami oleh sebagian kalangan. Kesalahpahaman tersebut mesti segera memperoleh penanganan serius dan berkelanjutan. Kekurangseriusan atau langkah penanganan yang stagnan dapat berakibat fatal, sebagaimana sejumlah pengalaman di lapangan. Barangkali, itu pula yang melatarbelakangi munculnya program Moderasi Beragama yang digagas Kementerian Agama Republik Indonesia. Jihad dengan serangkaian artinya yang amat luas menjadi mengerucut dan mengarah pada tindak kekerasan. Padahal tidak kurang upaya yang dilakukan untuk meluruskan pemahaman tersebut. Hal ini tentu menjadi semakin krusial manakala pihak yang keliru paham tersebut adalah generasi pelajar yang merupakan pemegang estafet di masa mendatang. Sehingga, usaha maksimal untuk membekali pemahaman yang benar tentang jihad pada para penuntut ilmu di sekolah tersebut harus digencarkan. Alah satunya dengan mengekspolari nilai-nilai jihad ke dalam medan di mana para pelajar seharusnya banyak berkiprah, yakni keseriusan dalam belajar, kesungguhan dalam menghalau berbagai tantangan dan ekses negative dari modernisasi, aktif dalam kegiatan kemasyarakatan, dan lainnya. Dengan menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif analitis, penelitian ini berusaha memotret jihad yang terkandung dalam Al-Qur`an untuk diekstrak dengan seluk-beluk dunia pelajar sebagai pihak yang menjadi objek utama dalam kajian ini.
Copyrights © 2022