Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Vol 30, No 2 (2012):

REKAYASA PEMBUATAN MESIN PELET KAYU DAN PENGUJIAN HASILNYA

Hendra, Djeni ( Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan Jl.Gunung Batu No. 5 Bogor 16610, Tlp./Fax: (0251) 8633378/8633413)



Article Info

Publish Date
01 Jun 2012

Abstract

Bahan bakar berbasis fosil untuk masa yang akan datang jumlahnya akan semakin menurun. Untuk mengantisipasi hal tersebut diperlukan bahan baku lain yang sifatnya dapat diperbaharui yaitu biomas yang berasal dari tumbuhan. Biomas merupakan sumber energi terbarukan yang sifatnya serbaguna karena dapat menghasilkan bahan bakar untuk pemanas, listrik dan transportasi. Biomas dapat langsung digunakan sebagai bahan bakar akan tetapi karena sifat fisiknya yang rendah seperti kerapatan massa yang kecil dan permasalahan dalam penanganan, penyimpanan dan transportasinya sehingga perlu dilakukan upaya pemadatan massa kayu dengan dibuat produk pelet. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat mesin pelet kayu dan pengujian kualitas pelet kayu yang dihasilkannya. Mesin pelet kayu yang dibuat berkapasitas 2,67 kg/jam dengan spesifikasi jumlah lubang cetakan dibuat dengan ukuran Ø 15 mm dan panjang 110 mm. Bahan baku yang digunakan dalam proses pembuatan pelet kayu adalah serbuk gergaji kayu jati (Tectona grandis), akasia (Acacia auriculiformis) dan sengon (Paraserianthes falcataria) dengan kehalusan 60 dan 80 mesh yang kemudian diolah pada suhu masing-masing 150, 180 dan 250 °C. Mutu pelet kayu yang diuji meliputi penetapan kadar air, abu, zat terbang, nilai kalor, kerapatan dan keteguhan tekan. Pelet kayu yang terbaik dihasilkan dari serbuk gergaji kayu jati dengan kehalusan 80 mesh dihasilkan dari suhu kempa 250 °C yaitu menghasilkan kerapatan sebesar 0,82 g/cm3 , keteguhan tekan 387,64 kg/cm , nilai kalor 4961,51 kal/g, kadar air 0,98% abu 0,93%, zat terbang 80,63%. Dalam satu jam dihasilkan 2,67 kg pelet kayu dengan energi listrik yang terpakai sebanyak 2,55 kWh. 

Copyrights © 2012