Blended learning merupakan metode pembelajaran yang mengkombinasi pembelajaran tatap muka synchronous dengan pembelajaran asynchronous yang dapat meningkatkan kegiatan dan hasil pembelajaran siswa. Akan tetapi, dari hasil survey dan pengamatan di lapangan, masih ada guru sekolah dasar di Kecamatan Pemali yang belum memahami bagaimana mengimplementasikan blended learning terutama pada pembelajaran asynchronous dengan memanfaatkan teknologi informasi. Sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi guru di Kecamatan Pemali dalam mendesain pembelajaran secara blended learning, maka dilaksanakanlah Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang berupa kegiatan Pelatihan dan Pendampingan Pembelajaran Berbasis Blended Learning yang lokasi pelaksanaannya adalah di SDN 1 dan SDN 7 Pemali. Selain kegiatan pelatihan, dilakukan pula pengembangan Learning Management System (LMS) yang siap digunakan oleh guru dalam melaksanakan blended learning. Jumlah guru yang mengikuti program ini sebanyak 34 guru yang berasal dari 17 sekolah dasar di Kecamatan Pemali. Program ini berhasil terlaksana dengan baik karena berdasarkan hasil kuisioner menunjukkan guru dapat memahami dan mampu mendesain pembelajaran dengan blended learning.
Copyrights © 2023