Tujuan penelitian ini, yakni mendeskripsikan proses alih wahana legenda Buaya Putih dalam bentuk lisan ke dalam bentuk tulis (buku anak). Metode yang digunakan, yaitu deskriptif kualitatif. Sementara itu, teori alih wahana ekranisasi Sapardi Djoko Damono berfungsi untuk landasan melakukan proses alih wahana. Sumber data penelitian ini adalah legenda “Buaya Putih Cirebon†yang disampaikan langsung oleh Akbarudin Sucipto selaku budayawan Cirebon. Data penelitian berupa penggalan tuturan yang disampaikan narasumber tersebut. Teknik pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi. Instrumen pengumpulan data menggunakan wawancara terstruktur dan dokumentasi berupa foto serta rekaman. Data dianalisis dengan tahapan pengumpulan data lapangan, verifikasi data melalui klarifikasi berdasarkan kategori tertentu, interpretasi data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan ada tiga aspek yang dilakukan penulis dalam proses alihwahana, yakni (1) pengurangan yang berjumlah satu kali. Peneliti tidak mencantumkan keterangan waktu seperti hal yang disebutkan oleh narasumber sebagai pembuka cerita, (2) penambahan alur cerita dilakukan sebanyak enam kali yang tujuannya untuk memperjelas konteks, (3) perubahan variasi dilakukan sebanyak sembilan kali. Perubahan tersebut mencakup perubahan nama tempat, nama tokoh, diksi, dan kalimat.
Copyrights © 2022