Komunikasi terapeutik adalah praktik perawat profesional dalam berkomunikasi dengan tujuan, rencana, dan elemen teknis tertentu. Strategi terencana digunakan dalam komunikasi terapeutik oleh perawat untuk memahami klien mereka. Penelitian ini penting untuk dilakukan untuk mengetahui apa saja yang menjadi faktor penghambat komunikasi antara pasien dan tenaga medis, sehingga menjadi tolak ukur perbaikan kepada tenaga medis dalam pelayanannya. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan komunikasi terapeutik dengan kepuasan pasien yang menjalani kemoterapi. Desain penelitian adalah korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2022 di Murni Teguh Memorial Hospital. Populasi adalah pasien kemoterapi yang sedang melakukan perawatan. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 46 responden dengan pengambilan sampel yang digunakan adalah Total sampling. Metode pengumpulan data menggunakan data sekunder, data primer, dan data tersier dengan menggunakan alat ukur kuesioner dengan nilai korelasi 0,291 dengan probbabilitas korelasi sig. (2-tailed) sebesar 0,005 dan nilai Cronbach 0,798, kemudian data akan dianalisis menggunakan analisis uivariat dan bivariate dengan uji rank spearman. Hasil penelitian menunjukan jumlah observasi/sampel sebanyak 46, sedangkan tingginya korelasi ditunjukkan oleh angka 0,500. Besar korelasi yang terjadi antara kedua variabel adalah 0,500. Sedangkan angka sig. (2-tailed) adalah 0,004 masih lebih kecil dari pada batas kritis α = 0,05, berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel (0,004< 0,05). Ada hubungan komunikasi terapeutik dengan kepuasan pasien yang menjalani kemoterapi di Murni Teguh Memorial Hospital Tahun 2021.
Copyrights © 2023