Permasalahan stunting di negara berkembang seperti Indonesia merupakan suatu masalah yang banyak disebabkan karena adanya faktor pendukungnya seperti penghasilan per kapita yang rendah hingga menengah, serta pengetahuan dan edukasi kepada masyarakat tentang gizi yang masih kurang. Pemanfaatan tanaman sebagai formulasi sediaan sangat dibutuhkan karena tanaman kaya akan gizi. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan formulasi terbaik dari kombinasi daun kelor dan temulawak berdasarkan uji organoleptis dan hedonik dari responden meliputi rasa, bau, warna dan tekstur. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dimana populasi yang digunakan adalah mahasiswa program studi farmasi Sekolah tinggi Ilmu Kesehatan Medistra Indonesia berusia 17 sampai 23 tahun, uji yang dilakukan meliputi organoleptis serta uji hedonik dari bubur formulasi. Hasil penelitian didapatkan bahwa kombinasi 1:1, 1:2, dan 2:1 terhadap rasa yaitu (4,30 ; 3,43 ; 2,97), bau (3,67 ; 3,40 ; 1,97), warna (3,23 ; 2,70 ; 2,97), dan tekstur (3,90 ; 3,83 ; 2,23). Kombinasi 1:1 lebih disukai oleh responden karena warna, bau, rasa, dan tekstur lebih baik dibandingkan kombinasi lainnya. Disimpulkan bahwa bubur kombinasi formula 1 mempunyai penilaian lebih baik dari uji kombinasi 1:2 dan 2:1 berdasarkan hasil organoleptis dan uji hedonik.
Copyrights © 2023