Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemberdayaan remaja dengan membantu teman sebaya melalui metode konsultasi Individual. Konsultasi individual dipilih supaya siswa yang ingin konsultasi merasa lebih nyaman, aman dan terjaga rahasianya. Konsultasi individual dilakukan melalui metode coaching TIRTA (Temukan,Identifikasi, Rencanakan Dan Tanggung Jawab) dimana masing-masing tahapan sudah disediakan daftar pertanyaan yang menggiring siswa untuk menemukan jawaban atas solusi masalah yang dihadapi. Metode coaching clinik dengan TIRTA merupakan yaitu melalui tahapan sosialisasi yang dikembangkan dalam bentuk yang berurutan dimana diawal siswa diajak menemukan masalah prioritas yang akan diselesaikan, identifikasi tahapan dimana siswa mengidentifikasi atau menentukan apa yang harus dilakuakan , Rencanakan adalah tahap untuk merencanakan apa yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut dan tanggung jawab adalah tahapan dimana peserta didik menentukan apa yang dilakuan siswa dalam jangka waktu terdekat. Metode TIRTA memudahkan siswa menjadi seoang konselor, bukan hanya melatih siswa berfikir kritis tetapi metode mampu mengembangkan siswa dalam public speaking. Sedangkan untuk metode penelitiaan menggunakan model Thiagarajan . Model ini dikenal dengan Model 4D yaitu Define (pendefinisian), perancangan (design), pengembangan (develop) dan penyebaran (Disseminate), Hasil dari penelitian ini adalah adanya kepuasan dari para konsultan saat berkonsultasi di mini clinik sebesar 85% yang diperoleh melalui angket.
Copyrights © 2022