Mathematics is a subject that is tense, boring and difficult to understand is the opinion of most students, including at SMP Negeri 8 Cikarang Utara, Bekasi Regency, which results in low student learning outcomes. This is made possible by the low ability of students to understand the subject matter as a result of the learning process which does not provide challenges and opportunities to develop their potential. One possible learning model to answer these problems is the discovery learning model. To reveal and answer these problems, this study tried to compare the learning outcomes of the experimental group with learning using the discovery method with the control group which was treated with conventional methods. After the two groups were given the same pretest and posttest questions, there was a significant difference in learning outcomes. Learning with the discovery method can increase learning outcomes from an average value of 33.0 to 86.2 or an increase of 53.4. While the increase in results in the control group who received conventional learning was 33.3 to 61.2 or an increase of 27.9 and mastery reached 96%. This shows that learning with the discovery method can improve student learning outcomes. ABSTRAKMatematika merupakan pelajaran yang menegangkan, membosankan dan susah dimengerti merupakan anggapan sebagian besar peserta didik, termasuk di SMP Negeri 8 Cikarang Utara Kabupaten Bekasi yang berakibat pada rendahnya hasil belajar siswa. Hal ini di mungkinkan oleh kemampuan peserta didik yang rendah dalam memahami materi pelajaran akibat dari proses belajar yang kurang memberi tantangan dan kesempatan untuk mengembangkan potensinya. Salah satu model pembelajaran yang dimungkinkan untuk menjawab permasalahan tersebut adalah model pembelajaran penemuan. Untuk mengungkap dan menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini mencoba membandingkan hasil belajar dari kelompok eksperimen dengan pembelajaran menggunakan metode penemuan dengan kelompok kontrol yang diperlakukan dengan metode konvensional. Setelah kedua kelompok diberi soal pretest dan postest yang sama, ternyata ditemukan perbedaan hasil belajar yang cukup signifikan. Pembelajaran dengan metode penemuan mampu meningkatkan hasil belajar dari rerata nilai 33,0 menjadi 86,2 atau meningkat sebesar 53,4. Sedangkan peningkatan hasil pada kelompok kontrol yang mendapat pembelajaran konvensional adalah 33,3 menjadi 61,2 atau meningkat 27,9 dan ketuntasan mencapai 96%. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan metode penemuan mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Copyrights © 2022