Daun jati dan daun kakao sangat berlimpah di indonesia pada umumnya dan di sulawesi selatan pada khususnya. Permasalahan dari penelitian ini adalah bagaimana memanfaatkan daun kering kakao dan daun kering jati menjadi briket yang bermutu baik dan menjadi sumber energi alternatif yang rama lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat briket daun kering kakao dan daun kering jati, melakukan pengujian proksimasi, menentukan kuat tekan dan kerapatan, membandingkan briket daun kering kakao dan daun kering jati dengan standar mutu briket yang ada yang meliputi nilai kalor, kadar air, kadar abu, fixed carbon, volatile matter, kerapatan, dan kuat tekan, dan mengetahui efisiensi thermal briket daun kering kakao dan daun kering jati. Hasil pengujian briket daun kering kakao dan daun kering jati adalah sebagai berikut : Nilai rata-rata nilai kalor 3442-4004 cal/g, moisture 8,96%, kadar abu 31,68 %, fixed carbon 12,74% volatile matter 46,62%, kerapatan 0,4 g/cm2, dan kuat tekan 0,2-0,9 kg/cm2 . Efisiensi sistem pembakaran briket pada percobaan pendidihan air dengan menggunakan kompor briket yaitu 39,191% untuk briket daun kering kakao dengan perekat sagu dan tanah liat, 33,375% untuk briket daun kering kakao dengan perekat tapioka, 32,630% untuk briket daun kering jati dengan perekat sagu, 32,240% untuk briket daun kering jati dengan perekat tapioka, dan nilai kalor 3442-4004 cal/gr. Efisiensi tertinggi dan nilai kalor tertinggi diperoleh pada pembakaran briket daun kakao dengan perekat sagu.Kata Kunci: Briket, daun kering Jati, Daun kakao, Nilai Kalor, Efisiensi.
Copyrights © 2016