Pengetahuan merupakan aset penting bagi organisasi yang jika dimanfaatkan dengan benar akan meningkatkan daya saing dan menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Pengetahuan perlu dikodifikasi ke dalam sistem manajemen pengetahuan. Inti dari manajemen pengetahuan adalah berbagi pengetahuan. Untuk mengoptimalkan proses berbagi pengetahuan perlu diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi proses berbagi tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi proses berbagi pengetahuan di lingkungan pegawai BLK Surakarta. Model yang digunakan merupakan pengembangan dari model Theory of Planned Behavior dengan penambahan beberapa faktor yaitu hubungan yang diharapkan (expected association), kontribusi yang diharapkan (expected contribution), kesenangan dalam membantu orang lain (enjoyment in helping other), kompetensi diri (self efficacy), ketersediaan sumber daya (resource availability), teknologi (technology), kepercayaan (trust), sikap berbagi (attitude toward knowledge sharing) dan niat berbagi (intention to share knowledge). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melaluisurvei kuesioner dengan responden para pegawai BLK Surakarta. Data hasil kuesioner dianalisis menggunakan Structural Equation Modelling Partial Least Square (SEM-PLS)dengan bantuan software SmartPLS. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa niat berbagi pengetahuan akan membentuk perilaku berbagi pengetahuan, niat dipengaruhi oleh sikap positif berbagi yang ditimbulkan oleh kesenangan untuk membantu orang lain dan kompetensi diri. Faktor-faktor lain seperti trust, teknologi, ketersediaan sumber daya, expected association dan expected contribution tidak berpengaruh terhadap sikap berbagi.Kata Kunci: berbagi, niat, pengetahuan, sikap
Copyrights © 2017