Prosiding Seminar Nasional Rekayasa Teknologi Industri dan Informasi ReTII
Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-12 2017

Analisis Pengaruh Beban Kerja Mental Terhadap Jumlah Kesalahan Praktikan Pada Praktikum Proses Manufaktur Tahun 2017 Dengan Metode Nasa-Tlx (Task Load Index)

Yusuf Widharto (Universitas Diponegoro)



Article Info

Publish Date
12 Mar 2018

Abstract

Proses pembelajaran memerlukan evaluasi terhadap hasil pembelajaran yang telah dilakukan. Hal ini mengandung maksud agar pembelajaran yang dilakukan semakin berkualitas  dan peserta dapat mengikuti kegiatan pembelajaran tanpa kendala yang berarti. Penelitian kali ini penulis bertujuan melakukan analisa pengaruh beban kerja mental dan tingkat kesalahan yang dilakukan oleh praktikan selama mengikuti Praktikum Proses Manufaktur. Kegiatan praktikum merupakan salah satu kegiatan pembelajaran dimana mahasiswa selain menerima teori juga mempraktekkan teori yang didapatkan. Salah satu praktikum wajib yang ditempuh di Departemen Teknik Industri adalah Praktikum Proses Manufaktur. Praktikum Proses Manufaktur selain menerima teori mengenai proses manufaktur juga memerlukan kerja fisik dan kerja mental untuk mempraktekkan teori yang didapat dengan memproduksi suatu produk yang telah ditentukan. Produk dihasilkan secara garis besar melalui proses permesinan, kerja bangku dan proses perakitan. Praktikum ini berjalan selama 4 hari (1 hari 5 jam kerja) dengan mensimulasikan kondisi lantai produksi yang ada di perusahaan. Dari hasil penelitian dihasilkan bahwa Beban Kerja Mental tingkat  Sedang paling banyak dialami oleh Praktikan baik pada Proses Kerja Bangku 73,64%, Kerja Turning/Milling 72,73%, Kerja Assembly 53,64%. Rata – rata Skor Nasa-TLX per bagian  untuk  Kerja Bangku sebesar 70,87, Kerja Turning/Milling sebesar 70,65, Kerja Assembly sebesar 74,57. Adapun jumlah kesalahan yang terjadi pada Kerja Bangku sebesar 38, Kerja Turning/Milling sebesar 34, Kerja Assembly sebesar 40.Kata Kunci: praktikum, NASA - TLX

Copyrights © 2017