Prosiding Seminar Nasional Rekayasa Teknologi Industri dan Informasi ReTII
Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-12 2017

Geologi dan Estimasi Sumberdaya dengan Metode Ordinary Kriging pada Endapan Bauksit di Kecamatan Anjongan dan Toho, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat

Muhammad Rustam (Mhs S2 Teknik Geologi UGM Yogyakarta)



Article Info

Publish Date
20 Mar 2018

Abstract

Kabupaten Mempawah merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi endapan bauksit di Indonesia. Daerah ini diperkirakan mengikuti jalur penyebaran busur laterit di Kalimantan Barat. Endapan bauksit terbentuk sebagai hasil dari pelapukan batuan yang kaya alumina dengan komposisi utama berupa mineral aluminium hidroksida seperti gibsit, buhmit dan diaspor. Secara umum profil endapan bauksit terdiri atas zona tanah penutup, zona bauksit dan zona batuan dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi di daerah penelitian melalui pemetaan geologi permukaan dan mengestimasi sumberdaya endapan bauksit serta sebaran kadarnya dengan metode penaksiran ordinary kriging. Hasil analisis petrografi terhadap 18 sampel batuan menunjukkan bahwa daerah penelitian disusun oleh batuan beku plutonik yang meliputi granit, granodiorit dan monzodiorit kuarsa dengan komposisi mineral secara umum terdiri dari kuarsa, plagioklas, k-feldspar, biotit, hornblende dan mineral opak. Hasil integrasi terhadap interpretasi peta topografi yang dihasilkan dari citra LIDAR, pemetaan geologi dan analisis petrografi, maka satuan stratigrafi yang menempati daerah penelitian dapat dibagi menjadi tiga satuan yaitu satuan granit Mensibau, satuan granodiorit Mensibau dan endapan aluvial. Berdasarkan data eksplorasi sumur uji, dilakukan pemodelan variogram untuk menghasilkan parameter elipsoid anisotropi yang akan digunakan dalam estimasi. Analisis data variogram dengan model spherical diperoleh nilai nugget 0; sill 1,00; range mayor 432,74 m; range semi-mayor 146,99 m; range minor 48,10 m; bearing 150°; plunge 0°; dip -10°; rasio mayor-semi mayor 2,94; dan rasio mayor-minor 9,00. Hasil perhitungan sumberdaya tonase alumina pada block model ukuran (6,25 x 6,25 x 2) m dengan batasan kadar 35% Al2O3 dan densitas 1,7 ton/m3 setelah dilakukan estimasi kriging adalah sebesar 817.859 ton, dengan arah penyebaran barat laut – tenggara.Kata Kunci : eksplorasi, laterit, alumina, geostatistik, variogram

Copyrights © 2017