Prosiding Seminar Nasional Rekayasa Teknologi Industri dan Informasi ReTII
Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-12 2017

Analisis Tekanan Bawah Permukaan untuk Rekomendasi Pemboran Sumur Pengembangan Migas di Lapangan “BR” Cekungan Jawa Timur Utara

Dicko Rizky Febriansanu (Teknik Geologi UGM)



Article Info

Publish Date
21 Mar 2018

Abstract

Aplikasi analisis tekanan bawah permukaan dilakukan untuk mendeteksi abnormal pressure dan permasalahan pada sumur yang akan dilakukan pemboran berdasarkan data sumur sebelumnya, seperti sumur eksplorasi. Pada operasi pemboran yang dilakukan pada Lapangan “BR” selama ini telah ditemukan berbagai masalah pemboran yang dapat mengakibatkan tingginya Non Productive Time (NPT). Salah satu masalah pemboran yang sering terjadi adalah ketidakstabilan lubang bor. Masalah tersebut dapat dihindari dengan melakukan analisis tekanan bawah permukaan sehingga dapat dicapai pemboran dengan NPT seminimal mungkin dan pada akhirnya dapat mengoptimalkan eksploitasi cadangan hidrokarbon. Terdapat beberapa persamaan yang telah dicoba oleh penulis untuk menganalisis tekanan bawah permukaan pada Lapangan “BR”, yaitu Persamaan Eaton. Analisis ini bertujuan untuk mengevaluasi problem pemboran yang terjadi pada lapangan “BR” yang diakibatkan oleh tekanan abnormal, khususnya abnormal pressure maupun permasalahan pemboran lainnya. Penggunaan analisis geomekanika secara sumuran dan analisis X-ray diffraction (XRD) diharapkan dapat memprediksi tekanan bawah permukaan pada area yang akan dilakukan pemboran selanjutnya atau pada sumur – sumur pengembangan. Berdasarkan analisis tekanan bawah permukaan sumur BR-1, nilai pore pressure berkisar antara 7,05 - 12,8 ppg dan nilai fracture gradient berkisar antara 10,3 - 15,9 ppg. Di sumur BR-2, nilai pore pressure berkisar antara 5,8 sampai 12,5 ppg. Sedangkan fracture gradient berkisar antara 12,2 - 16,4 ppg. Setelah mengetahui nilai pore pressure dan fracture gradient, nilai tersebut dapat digunakan untuk memprediksi tekanan, desain berat lumpur dan mencegah masalah ketidakstabilan sumur bor yang dapat terjadi pada aktivitas pengeboran pada sumur pengembangan.Kata kunci : geomekanika, ketidakstabilan lubang bor, tekanan pori, tekanan rekah.

Copyrights © 2017