Semakin tingginya penggunaan energi untuk pengkondisian udara, akan senantiasa diiringi oleh meningkatnya produktivitas Gas Rumah Kaca, yang memiliki dampak menipisnya lapisan Ozon di Atmosfir. Sungguh fenomena ini kedepan akan semakin memprihatinkan, utamanya di kawasan perkotaan yang sarat bangunan tinggi. Untuk itu bagi para arsitek beserta steakholder-nya perlu melakukan upaya yang diiringi dengan ragam inovasi serta kreasi yang berbasis pada tindakan hemat energi. Keberadaan shaft sebagai komponen vertikal yang menghimpun sistem perpipaan serta adanya Struktur Core pada bangunan berlapis lantai banyak ( high rise building) dimana bentuknya telah menyerupai bumbung cerobong yang menjulang mengikuti ketinggian bangunan, dapat diolah dan dimulti fungsikan sebagai komponen Sistem penghawaan alamiah dengan memberikan tambahan beberapa elemen diantaranya, kisi-kisi (grill), selumbung (duct) vertikal – horizontal, ruang atau corong penampung udara sementara, baling-baling (cyclone). Dengan metoda penghawaan alamiah ini, diasumsi dapat melakukan pertukaran udara sedikitnya pada area lantai urutan paling atas. Fungsionalisasi shaft dan core sebagai cerobong penghawaan alamiah dimaksudkan sebagai upaya penambah perbendaharaan untuk menuju Green Architecture.Kata Kunci: Gas rumah kaca, Hemat energi, Green architecture
Copyrights © 2017