Penggunaan mesin bubut baik untuk keperluan produksi maupun untuk kaperluan pendidikan, sangat dibutuhkan untuk mendapatkan suatu produk yang lebih baik. Belakangan ini, beberapa segmen konsumen tertentu membutuhkan komponen yang mempunyai kehalusan permukaan tertentu dan menuntut agar komponen tersebut diproses dalam waktu yang cepat. Pada proses produksi harus memperhatikan kualitas produk, yang dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya cairan pendingin (coolant) dan keausan pahat. Cairan pendingin juga dapat berfungsi sebagai pelumas untuk mengurangi keausan pahat dan memperhalus permukaan. Salah satu cairan pendingin yang biasa digunakan adalah cairan dromus.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan pengamatan proses bubut dengan variasi metode pendinginan: dikucurkan, dikabutkan dan dikuaskan dengan variasi putaran mesin bubut 800 rpm, 1000 rpm, dan 1250 rpm. Dari penelitian didapatkan hasil metode pendinginan yang paling berpengaruh terhadap keausan pahat yaitu dengan metode dikucurkan dan dengan putaran mesin 800 rpm memiliki nilai keausan pahat 0.0907 mm, kemudian dengan metode pendinginan terburuk dan mendapatkan hasil keausan tepi pahat terbesar yairu dengan metode pendinginan dikuaskan dengan putaran mesin 1250 rpm dengan mempunyai nilai keausan tepi sebesar 0.849 mm.
Copyrights © 2018