PT. Caritas Energi Indonesia melakukan penambangan batubara menggunakan sistem tambang terbuka sehingga aktivitas penambangannya berhubungan langsung dengan udara luar. Permasalahan terletak pada air asam tambang terutama di fokuskan pada area stockpile karena paling dekat dengan pemukiman sekitar. PT. Caritas Energi Indonesia memiliki 2 stockpile dengan luas setokpile A 4,5 hektar dan stockpile B meniliki luas 3,5 hektar. Stockpile tersebut juga terdapat air asam tambang, sehingga air asam tambang tersebut juga harus di netralkan agar sesuai dengan baku mutu supaya tidak berefek buruk ke lingkungan sekitar. Pengolahan air asam di lakukan adalah pengolahan aktif yaitu dengan menggunakan bahan kimia CaO. Penelitian di lakukan dengan menganalisis data laboratorium yaitu pH, Fe dan Mn untuk selanjutnya di lakukan koreksi ulang dosis pengapuran. Berdasarkan analisis air asam tambang sebelum di lakukan pengolahan kondisi air memiliki pH terendah yaitu 4,18 dan pH outlet rata-rata yaitu 5,95 untuk itu perlu adanya koreksi untuk menaikan pH tersebut dengan melihat debit air pada kolam. Debit air pada stockpile A saat penelitian adalah 1.112.500 liter sedangkan debit air pada stockpile B adalah 1.285.200 liter. Dosis yang sesuai untuk menetralkan air tersebut dalam berapa percobaan mengunakan sempel air 1liter yaitu 0,5 g/l yang akan menghasilkan pH outlet 7,1 sehingga hasil yang di dapat dari perhitungan actual di lapangan membutuhkan 13,4 karung kapur atau 671,2 kg, untuk kolam stockpile A, untuk kolam B membutuhkan 12,6 karung kapur atau 642,6kg
Copyrights © 2021