Prosiding Seminar Nasional Rekayasa Teknologi Industri dan Informasi ReTII
2022: Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-17

Evaluasi Kelayakan Ekonomi Pertambangan Bauksit PT. Kapuas Bara Mineral di Kecamatan Tayan Hilir dan Balai, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat

Muhammad Hery Setiyawan (Institut Teknologi Nasional Yogyakarta)
R. Andy Erwin Wijaya (Unknown)



Article Info

Publish Date
11 Nov 2022

Abstract

Potensi sumber daya dan cadangan bauksit di lokasi izin usaha pertambangan PT. Kapuas Bara Mineral saat ini perlu dioptimalkan sehingga dilakukanlah evaluasi studi kelayakan secara ekonomi maupun teknis. Luas lahan izin usaha pertambangan operasi produksi PT. Kapuas Bara Mineral adalah seluas 9.245 hektar. Estimasi sumberdaya didasarkan pada kondisi mineral dengan ketebalan overburden rata-rata 2 meter didapatkan total volume sebesar 7.319.820 BCM dan ketebalan bauksit rata-rata 6 meter didapatkan cadangan tertambang bauksit sebesar 20.344.000 WMT. Kapasitas produksi setiap tahun ditargetkan sebesar 2.400.000 WMT bauksit tercuci, maka PT. Kapuas Bara Mineral dapat menyuplai bauksit tercuci ke Pabrik Smelter Grade Alumina selama 9 tahun.dengan kadar Al2O3 > 45 % dan faktor konkresi bauksit (CF) 56,78 %. Investasi awal yang telah dikeluarkan dalam membiayai proyek pertambangan bauksit sebesar 7.450.462,85 USD. Metode yang digunakan dalam analisis kelayakan ekonomi proyek pertambangan bauksit pada PT. Kapuas Bara Mineral dengan metode Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Pay Back Period (PBP) dengan menggunakan 60% modal sendiri dan 40% modal pinjaman dengan tingkat bunga minimum sebesar 9,57% mempunyai NPV sebesar 44.812.118 USD, IRR sebesar 116,52% dan waktu pengembalian modal sebesar 2,04 tahun.

Copyrights © 2022