EKOBIS SYARIAH
Vol 3, No 2 (2019)

Konsep Mata Uang Dalam Ekonomi Islam (Analisis Bitcoin Sebagai Mata Uang Virtual)

Cut Niswatul Chaira (UIN Ar-Raniry Banda Aceh)
Hafas Furqani (UIN Ar-Raniry Banda Aceh)
Dara Amanatillah (UIN Ar-Raniry Banda Aceh)



Article Info

Publish Date
25 Jun 2021

Abstract

Alat pembayaran atau uang terus mengalami inovasi dan berevolusi mulai dari bentuk tunai menjadi bentuk non tunai atau disebut juga uang elektronik. Kemunculan bitcoin sebagai salah satu dari virtual currency menimbulkan pro dan kontra di berbagai kalangan. Ada yang membolehkan ada pula yang mengharamkannya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep mata uang dalam perspektif ekonomi Islam dengan menganalisis bitcoin sebagai salah satu dari virtual currency. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Sumber data diperoleh dari hasil wawancara dengan beberapa akademisi dari bidang ekonomi dan pihak regulator yaitu Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Data dianalisis dengan mendeskripsikan konsep bitcoin sebagai mata uang virtual dalam perspektif ekonomi Islam. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa dalam ekonomi Islam mata uang harus memiliki underlying asset dan dijamin oleh pemerintah. Sedangkan bitcoin tidak memiliki underlying asset, tidak jelas siapa penerbitnya dan tidak ada yang bertanggung jawab. Banyak unsur ketidakjelasan yang dimiliki oleh bitcoin. Bahkan di Indonesia belum ada regulasi secara resmi dan masih dalam tahap pengkajian oleh para ulama. Oleh sebab itu, Bank Indonesia menghimbau kepada masyarakat untuk bertransaksi dengan rupiah karena sesuai dengan Undang-Undang No 7tahun 2011 tentang Mata Uang.

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

ekobis

Publisher

Subject

Religion Decision Sciences, Operations Research & Management Economics, Econometrics & Finance Library & Information Science Social Sciences

Description

Kesadaran penerapan prinsip-prinsip ekonomi syariah dalam seluruh aktivitas ekonomi semakin meningkat seiring dengan adanya bukti empiris bahwa sistem ekonomi konvensional belum sepenuhnya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Penerapan sistem ekonomi konvensi hanya ...