Abstraksi Dalam negara yang menganut ajaran nilai-nilai tinggi yang mengakar dari budaya masyarakatnya sendiri seperti di Indonesia, tidak bisa dielakkan lagi, bahwa pemeliharaan nilai-nilai luhur bangsa harus dilestarikan. Karena nilai-nilai tersebut merupakan ciri khas suatu bangsa juga merupakan kesepakatan lama yang dipercaya dan diyakini serta telah terbukti memberi kebaikan bagi orang yang menjunjung tinggi dan memegang teguh nilai-nilai tersebut. Hal ini sejalan dengan Firman Allah swt. Q.S. 7: 96. “Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”. Untuk tetap terpelihara nilai yang baik tersebut diperlukan upaya-upaya yang cukup gigih baik dari pemerintah, praktisi pendidikan, terutama orang tua yang senantiasa menanamkan langsung keluhuran nilai-nilai tersebut secara turun temurun. Ajaran agama merupakan ajaran yang menjunjung tinggi serta memberikan keyakinan terhadap keluhuran nilai-nilai akhlaq, keimanan, dan keyakinan terhadap Sang Pencipta (Khaliq). Dalam pengajaran nilai-nilai dasar agama, orang tua atau keluarga merupakan lingkungan pertama bagi seseorang (anak) yang sangat besar pengaruhnya dalam memberikan pendidikan melalui ajaran agama, sehingga secara perlahan akan membentuk karakter anak sesuai dengan ajaran yang ditanamkannya. KATA KUNCI; Keluarga, Karakter
Copyrights © 2022