Penelitian ini membahas tentang konsep pendidikan Birrul Walidain yang tercantum dalam surat Al – Isra ayat 23 – 24 dan bagaimana implementasinya pada kehidupan anak-anak di era 4.0 ini. Penelitian ini ditulis dengan menggunakan metode analisis deskripsi, penulis mencoba menemukan langkah-langkah sistematis untuk mendapatkan fakta atau prinsip baru berupa data dan argument yang bertujuan untuk mendapatkan pengertian atau hal-hal baru terkait birrul walidain dan implementasinyapada kehidupan di era 4.0. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif yang bersifat deskriptif dan menggunakan analisis untuk menjelaskan fenomena sedalam – dalamnya. Dan sumber data diperoleh dari studi literature dan penelitian sebelumnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan adanya pemahaman mengenai birrul walidain dapat menciptakan generasi yang berakhlakul karimah serta berpengaruh terhadap adab kepada kedua orang tua. didalam bentuk pendidikan birrul walidain diantaranya: a. Mentaati mereka, b. Menghormati dan tidak berkata kasar terhadap orang tua, c. Menafkahi orang tua, d. Memenuhi kebutuhan orang tua, e. Meminta izin dan restu dari orang tua. anak dapat membalas dengan berbuat baik kepada orang tua dan tidak durhaka kepadanya bahkan salah satunya jangan berkata “ah” yang telah di jelaskan dalam surah Al-Isra ayat 23-24. Al-qur‟an dan sunnah menegaskan Birrul Walidain sebagai kewajiban. Hal ini menjelaskan batapa besarnya perhatian Islam terhadap kedua orang tua. Konsep birr al-walidain dalam Islam, anak yang diasuh dan dididik dari kecil hingga dewasa oleh kedua orang tuanya juga menjadi pihak yang turut bertanggung jawab dalam menjaga kualitas relasi orang tua-anak dan konflik di antara keduanya. Hal ini karena anak dianggap perlu untuk melakukan balas budi terhadap orang tua, sehingga anak harus selalu memperbaiki relasinya dengan kedua orang tua, dengan menerima atau menolak dengan cara yang baik, agar hubungan dengan mereka selalu harmonis dan tidak mengecewakan Kata Kunci: Pendidikan Birrul Walidain, Surat Al- Isra 23 – 24, Era. 4.0 ABSTRACT This research discusses the concept of Birrul Walidain education listed in Surah Al-Isra verses 23-24 and how it is implemented in the lives of children in this 4.0 era. This research is written using the description analysis method, the author tries to find systematic steps to obtain new facts or principles in the form of data and arguments that aim to gain understanding or new things related to birrul walidain and its implementation in life in the 4.0 era. The type of research used is qualitative which is descriptive and uses analysis to explain the phenomenon in depth. And data sources are obtained from literature studies and previous research. The results of this study indicate that with an understanding of birrul walidain, it can create a generation that is morally good and has an effect on adab to both parents. in the form of birrul walidain education including: a. Obey them, b. Respect and not speak harshly to parents, c. Provide for parents, d. Fulfill the needs of parents, e. Fulfill the needs of parents, e. Fulfill the needs of parents, e. Fulfill the needs of parents. Fulfilling the needs of parents, e. Asking permission and blessing from parents. children can reciprocate by doing good to parents and not disobeying them and even one of them should not say "ah" which has been explained in surah Al-Isra verses 23-24. The Qur'an and sunnah emphasize Birrul Walidain as an obligation. This explains how much Islam cares about both parents. According to the concept of birr al-walidain in Islam, children who are raised and educated from childhood to adulthood by their parents are also responsible for maintaining the quality of parent-child relationships and conflicts between them. This is because children are considered necessary to return the favor to parents, so children must always improve their relationship with both parents, by accepting or rejecting in a good way, so that the relationship with them is always harmonious and not disappointing.
Copyrights © 2023