Rendahnya nilai mata pelajaran Bahasa Indonesia dikarenakan peserta didik kurang memahami dan motivasi pada konsep “Menentukan informasi penting yang ada dalam proposal kegiatan atau penelitian yang dibaca” karena diajarkan guru secara konvensional. Salah satu cara untuk mengatasinya dengan melakukan penelitian Tindakan Kelas. Pada penelitian ini diterapkan metode make a match. Rencana penelitian yang akan dilaksanakan adalah mengikuti model penelitian oleh Kurt Lewin dengan empat komponen yang menunjang langkah-langkah penelitian yaitu Perencanaan (Planning), Tindakan (Action), Pengamatan (Observation), Refleksi (Reflection). Aktivitas yang dilakukan oleh siswa juga merupakan suatu bentuk keterlibatan atau pengalaman siswa secara langsung dengan pembelajaran telah mencapai indikator keberhasilan yang diharapkan, namun masih banyak kendala yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pembelajaran dengan model make a match , yaitu perlunya ketegasan guru dalam menetapkan waktu untuk setiap langkah-langkah pembelajaran sehingga tujuan yang diharapkan dalam setiap tahap pembelajaran dapat diraih. Pembelajaran dengan metode/model Make a Match memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar peserta didik yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar peserta didik dalam setiap siklus, yaitu siklus I (72,73%) dan siklus II (86,96%), karena metode Make a Match mempunyai pengaruh positif dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik yang ditunjukkan dengan hasil wawancara dengan peserta didik dan rata-rata jawaban peserta didik.
Copyrights © 2023