SMPN Satu Atap Kuala Keritang salah satu sekolah yang beradada di kecamatan Keritang dan merupakan sekolah satu atap, dimana sekolah berada dalam satu lingkungan dengn SD Negeri 019 Kuala Keritang. Sekolah ini sangat sulit memperoleh tenaga pengajar sesuai bidangnya, terbatasnya guru tetap, kurangnya pengalaman mengajar bagi Guru karena banyak Guru honorer yang baru diangkat, terbatasnya sarana prasarana sekolah, sementara itu ketuntasan belajar sesuai KKM juga rendah berkisar antara 40-60%. Oleh karena itu perlu peningkatan diberbagai bidang khususnya peningkatan kualitas Guru. Peningkatan kualitas yang mendesak dilakukan adalah kemampuan Guru dalam menyusun perangkat pembelajaran agar proses belajar mengajar lebih terarah sehingga diharapkan mampu meningkatkan prosentase ketuntasan belajar siswa. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melakukan kegiatan In-House Training penyusunan kelengkapan mengajar sebagai penelitian tindakan sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan SMPN Satu Atap Kuala Keritang dalam menyusun perangkat pembelajaran dan menentukan langkah yang tepat untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun perangkat pembelajaran. Penelitian dilakukan di SMPN Satu Atap Kuala Keritang selama kurang lebih tiga bulan dimulai tanggal 22 Juli sampai dengan tanggal 20 September 2019. Pengumpulan data dilakukan melalui angket, observasi dan dokumentasi. Dari angket diperoleh hasil bahwa secara keseluruhan Guru SMPN Satu Atap Kuala Keritang menyatakan penting untuk memiliki kelengkapan mengajar. Sebagian besar Guru SMPN Satu Atap Kuala Keritang merasa bahwa pengalaman mengajarnya masih minim pada mata pelajaran yang diajarkan, latar belakang pendidikan tidak begitu sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan dan pengetahuan tentang penyusunan perangkat pembelajaran masih kurang. Seluruh Guru SMPN Satu Atap Kuala Keritang menghendaki adanya In-House Training penyusunan kelengkapan mengajar dan 100% Guru memiliki motivasi yang tinggi untuk mengikuti In-House Training dan memiliki keinginan yang kuat untuk membuat perangkat pembelajaran dan akan menggunakan perangkat pembelajaran tersebut sebagai penunjang proses pembelajaran. Penelitian dilakukan sebanyak 2 siklus. Pada siklus 1 diperoleh 57,85% Guru berhasil menyelesaikan penyusunan perangkat pembelajaran dan pada Siklus 2 terdapat 92,70% Guru berhasil menyelesaikan penyusunan perangkat pembelajaran. Jadi ada peningkatan kemampuan Guru dalam menyusun perangkat pembelajaran setelah dilakukan In-House Training tahap 1 yaitu sebesar 34,85% dan masing-masing Guru menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Copyrights © 2023