Implementasi kebijakan inovasi dalam pelayanan publik masih bersifat baru. Lapas Kelas IIB kota Sukabumi adalah Lembaga pemasyarakatan yang melakukan inovasi Lasegar (Lapas sehat dan Bugar) dengan tujuan memberikan pelayanan kesehatan yang aman, nyaman, dan kepercayaan kepada warga binaan sebagai hak untuk mendapatkan akses pelayanan tanpa adanya diskriminasi. Metode penelitian yang digunakan yaitu Kualitatif Deskriptif dengan subyek purposive sampling dengan teknik pengumpulan data lebih banyak pada observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian dilakukan analisis data berdasarkan teori dari M.S Grindle dalam konteks implementasi kebijakan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa inovasi program Lasegar berdampak baik terhadap masalah yang di hadapi warga binaan untuk menghapus sistem diskriminasi dan memudahkan akses pelayanan kesehatan karena penyebaran penyakit terdeteksi lebih dini serta menurunnya jumlah warga binaan yang dirujuk ke rumah sakit. Faktor penghambat dari program Lasegar adalah jumlah tenaga kesehatan yang kurang karena jumlah warga binaan dari tahun 2020-2022 terus bertambah serta kurangnya sarana lapas hingga terjadinya over kapasitas.
Copyrights © 2023