Cermin Dunia Kedokteran
Vol 49 No 3 (2022): Neurologi

Terapi Berbasis Sel: Perkembangan Terkini

Cipta Mahendra (Departemen Kimia-Biokimia, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan,Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta, Indonesia)



Article Info

Publish Date
01 Mar 2022

Abstract

Terapi berbasis sel mulai mendapat perhatian ketika James P. Allison dan Tasuku Honjo mendapat hadiah Nobel bidang fisiologi/kedokteran pada tahun 2018 atas penemuan mekanisme inhibisi regulasi sel T dalam sistem imun, yang sangat berguna untuk memajukan modalitas imunoterapi. Terapi berbasis sel sejauh ini menggunakan dua jenis sel, yaitu sel imun dan sel punca. Terapi berbasis sel potensial sebagai terapi medis di masa depan, meskipun kini masih dalam tahap penelitian. Artikel ini bertujuan memberikan pengantar seputar terapi berbasis sel dan perkembangan terkininya. Cell-based therapies start to gain attention when Nobel prize in physiology/medicine was awarded to James P. Allison and Tasuku Honjo in 2018 for their discovery in immune system’s T cell inhibition mechanism which is very valuable in immunotherapy. To date, cell-based therapies consist of two types of cells: immune cells and stem cells. Cell-based therapies are deemed future therapy in medicine, although their use are currently still in the research phase. This review is an overview and recent updates regarding cell-based therapies.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

CDK

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Cermin Dunia Kedokteran (e-ISSN: 2503-2720, p-ISSN: 0125-913X), merupakan jurnal kedokteran dengan akses terbuka dan review sejawat yang menerbitkan artikel penelitian maupun tinjauan pustaka dari bidang kedokteran dan kesehatan masyarakat baik ilmu dasar, klinis serta epidemiologis yang menyangkut ...