Cipta Mahendra
Departemen Kimia-Biokimia, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan,Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Terapi Berbasis Sel: Perkembangan Terkini Cipta Mahendra
Cermin Dunia Kedokteran Vol 49, No 3 (2022): Saraf
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v49i3.1769

Abstract

Terapi berbasis sel mulai mendapat perhatian ketika James P. Allison dan Tasuku Honjo mendapat hadiah Nobel bidang fisiologi/kedokteran pada tahun 2018 atas penemuan mekanisme inhibisi regulasi sel T dalam sistem imun, yang sangat berguna untuk memajukan modalitas imunoterapi. Terapi berbasis sel sejauh ini menggunakan dua jenis sel, yaitu sel imun dan sel punca. Terapi berbasis sel potensial sebagai terapi medis di masa depan, meskipun kini masih dalam tahap penelitian. Artikel ini bertujuan memberikan pengantar seputar terapi berbasis sel dan perkembangan terkininya.
Terapi Berbasis Sel: Perkembangan Terkini Cipta Mahendra
Cermin Dunia Kedokteran Vol 49 No 3 (2022): Neurologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v49i3.207

Abstract

Terapi berbasis sel mulai mendapat perhatian ketika James P. Allison dan Tasuku Honjo mendapat hadiah Nobel bidang fisiologi/kedokteran pada tahun 2018 atas penemuan mekanisme inhibisi regulasi sel T dalam sistem imun, yang sangat berguna untuk memajukan modalitas imunoterapi. Terapi berbasis sel sejauh ini menggunakan dua jenis sel, yaitu sel imun dan sel punca. Terapi berbasis sel potensial sebagai terapi medis di masa depan, meskipun kini masih dalam tahap penelitian. Artikel ini bertujuan memberikan pengantar seputar terapi berbasis sel dan perkembangan terkininya. Cell-based therapies start to gain attention when Nobel prize in physiology/medicine was awarded to James P. Allison and Tasuku Honjo in 2018 for their discovery in immune system’s T cell inhibition mechanism which is very valuable in immunotherapy. To date, cell-based therapies consist of two types of cells: immune cells and stem cells. Cell-based therapies are deemed future therapy in medicine, although their use are currently still in the research phase. This review is an overview and recent updates regarding cell-based therapies.
Terapi Berbasis Sel: Perkembangan Terkini Cipta Mahendra
Cermin Dunia Kedokteran Vol 49 No 3 (2022): Neurologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v49i3.207

Abstract

Terapi berbasis sel mulai mendapat perhatian ketika James P. Allison dan Tasuku Honjo mendapat hadiah Nobel bidang fisiologi/kedokteran pada tahun 2018 atas penemuan mekanisme inhibisi regulasi sel T dalam sistem imun, yang sangat berguna untuk memajukan modalitas imunoterapi. Terapi berbasis sel sejauh ini menggunakan dua jenis sel, yaitu sel imun dan sel punca. Terapi berbasis sel potensial sebagai terapi medis di masa depan, meskipun kini masih dalam tahap penelitian. Artikel ini bertujuan memberikan pengantar seputar terapi berbasis sel dan perkembangan terkininya. Cell-based therapies start to gain attention when Nobel prize in physiology/medicine was awarded to James P. Allison and Tasuku Honjo in 2018 for their discovery in immune system’s T cell inhibition mechanism which is very valuable in immunotherapy. To date, cell-based therapies consist of two types of cells: immune cells and stem cells. Cell-based therapies are deemed future therapy in medicine, although their use are currently still in the research phase. This review is an overview and recent updates regarding cell-based therapies.