Epilepsi pasca-trauma kapitis merupakan salah satu disabilitas akibat cedera kepala; yaitu bangkitan epileptik yang terjadi setelah 7 hari sampai bertahun-tahun pasca-trauma kapitis. Epilepsi pasca-trauma kapitis lebih sering ditemukan pada laki-laki, terutama di kelompok usia 0-12 tahun dan 15-27 tahun. Beberapa mekanisme perubahan aktivitas otak yang memicu bangkitan setelah cedera kepala, antara lain peningkatan penanda inflamasi dan sitokin serta perubahan sawar darah-otak; perubahan tersebut berperan penting dalam patogenesis kejang pasca-trauma. Pengobatan anti-konvulsan (OAE) jangka panjang direkomendasikan untuk pasien epilepsi pasca-trauma kapitis. Tingkat remisi epilepsi pasca-trauma kapitis adalah sekitar 25% - 40% dengan pengobatan awal yang dilakukan. Post-traumatic epilepsy, one of the disabilities due to head injury, is epileptic seizures that occur after 7 days to years after head injury. It is more common in males and peaks in the 0-12 year and 15-27 year age groups. Several mechanisms may trigger changes in brain activity after head injury; including increased inflammatory markers and cytokines, and changes in the blood-brain barrier; those changes may play an important role in the pathogenesis of posttraumatic seizures. Long-term anticonvulsant treatment (OAE) is recommended for patients with posttraumatic epilepsy. The remission rate of post-traumatic epilepsy is 25%-40% with early initial treatment.
Copyrights © 2022