Olivia Wangidjaja
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tinjauan atas Epilepsi Pasca-Trauma Kapitis Olivia Wangidjaja; Budi Riyanto Wreksoatmodjo
Cermin Dunia Kedokteran Vol. 49 No. 11 (2022): Neurologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v49i11.314

Abstract

Epilepsi pasca-trauma kapitis merupakan salah satu disabilitas akibat cedera kepala; yaitu bangkitan epileptik yang terjadi setelah 7 hari sampai bertahun-tahun pasca-trauma kapitis. Epilepsi pasca-trauma kapitis lebih sering ditemukan pada laki-laki, terutama di kelompok usia 0-12 tahun dan 15-27 tahun. Beberapa mekanisme perubahan aktivitas otak yang memicu bangkitan setelah cedera kepala, antara lain peningkatan penanda inflamasi dan sitokin serta perubahan sawar darah-otak; perubahan tersebut berperan penting dalam patogenesis kejang pasca-trauma. Pengobatan anti-konvulsan (OAE) jangka panjang direkomendasikan untuk pasien epilepsi pasca-trauma kapitis. Tingkat remisi epilepsi pasca-trauma kapitis adalah sekitar 25% - 40% dengan pengobatan awal yang dilakukan. Post-traumatic epilepsy, one of the disabilities due to head injury, is epileptic seizures that occur after 7 days to years after head injury. It is more common in males and peaks in the 0-12 year and 15-27 year age groups. Several mechanisms may trigger changes in brain activity after head injury; including increased inflammatory markers and cytokines, and changes in the blood-brain barrier; those changes may play an important role in the pathogenesis of posttraumatic seizures. Long-term anticonvulsant treatment (OAE) is recommended for patients with posttraumatic epilepsy. The remission rate of post-traumatic epilepsy is 25%-40% with early initial treatment.  
Tinjauan atas Epilepsi Pasca-Trauma Kapitis Olivia Wangidjaja; Budi Riyanto Wreksoatmodjo
Cermin Dunia Kedokteran Vol 49 No 11 (2022): Neurologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v49i11.314

Abstract

Epilepsi pasca-trauma kapitis merupakan salah satu disabilitas akibat cedera kepala; yaitu bangkitan epileptik yang terjadi setelah 7 hari sampai bertahun-tahun pasca-trauma kapitis. Epilepsi pasca-trauma kapitis lebih sering ditemukan pada laki-laki, terutama di kelompok usia 0-12 tahun dan 15-27 tahun. Beberapa mekanisme perubahan aktivitas otak yang memicu bangkitan setelah cedera kepala, antara lain peningkatan penanda inflamasi dan sitokin serta perubahan sawar darah-otak; perubahan tersebut berperan penting dalam patogenesis kejang pasca-trauma. Pengobatan anti-konvulsan (OAE) jangka panjang direkomendasikan untuk pasien epilepsi pasca-trauma kapitis. Tingkat remisi epilepsi pasca-trauma kapitis adalah sekitar 25% - 40% dengan pengobatan awal yang dilakukan. Post-traumatic epilepsy, one of the disabilities due to head injury, is epileptic seizures that occur after 7 days to years after head injury. It is more common in males and peaks in the 0-12 year and 15-27 year age groups. Several mechanisms may trigger changes in brain activity after head injury; including increased inflammatory markers and cytokines, and changes in the blood-brain barrier; those changes may play an important role in the pathogenesis of posttraumatic seizures. Long-term anticonvulsant treatment (OAE) is recommended for patients with posttraumatic epilepsy. The remission rate of post-traumatic epilepsy is 25%-40% with early initial treatment.