ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah unuk menganalisis dan mencari tahu mengenai Implementasi Prinsip Good Neighbourliness Terhadap Pencemaran Asap Lintas Batas Ditinjau dari ASEAN Agreemnt on Transboundary Haze Pollution (AATHP) di Indonesia, dengan memperhatikan kewajiban yang dilakukan Inodnesia dalam menerapkannya prinsip tersebut dalam hal pencemaran asap lintas batas setelah diratifikasinya AATHP. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif yang dilakukan dengan cara menganalisis bahan pustaka dengan Pendekatan Fakta dan Pendekatan Perundang-Undangan. Berdasarkan tipologinya, sifat penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif dan bermaksud untuk menerangkan poin implementasi prinsip good neighbourliness terhadap pencemaran asap lintas batas berdasarkan AATHPdi Indonesia setelah diratifikasinya persetujuan tersebut. Alat yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah dokumen dan data-data yang dianggap penting. Berdasarkan hasil penelitian,Indonesia dalam melaksanakan kewajibannya setelah diratifikasi AATHP sudah mengalami perkembangan terhadap penekanan pembakaran lahan dan/atau hutan berskala besar di Indonesia telah mengalami penurunan, sehingga pencemaran asap lintas batas yang terjadi juga semakin berkurang. Dengan berkurangnya pembakaran lahan dan/atau hutan yang terjadi maka secara tidak langsung juga menurunkan angka pencemaran kabut asap di wilayah nasional maupun transnasional. Dimana tindakan intens yang dilakukan Indonesia dalam menekan angka pembakaran lahan dan/atau hutan dilakukan melalui sistem pengawasan yang ketat oleh badan yang berwenang, seperti pemerintah daerah (pemda), mempertegas penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang melanggar terhadap ketentuan lingkungan hidup yang berlaku, seperti menerapkan pidana tambahan, dan penegakan hukum yang multidoor. kata kunci: implementasi, prinsip good neighbourliness, pencemaran asap lintas batas, asean agreement on transboundaru haze pollution ABSTRACT The purpose of this study is to analyze and find out about the implementation of the Good Neighborliness Principles Against Transboundary Haze Pollution in terms of the ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution (AATHP) in Indonesia, taking into account the obligations that Indonesia has made in applying these principles in terms of transboundary haze pollution. after the ratification of AATHP. The type of research used is normative legal research conducted by analyzing library materials with the Fact Approach and the Legislative Approach. Based on the typology, the nature of this research is descriptive research and intends to explain the implementation points of the principle of good neighborliness towards transboundary haze pollution based on AATHP in Indonesia after the ratification of the agreement. The tools used in this research are documents and data that are considered important. Based on the results of the study, Indonesia in carrying out its obligations after ratification of AATHP has experienced a decline in the suppression of large-scale land and/or forest burning in Indonesia, which has decreased, so that transboundary haze pollution that occurs is also decreasing. By reducing the burning of land and/or forest that occurs, it also indirectly reduces the number of smoke haze pollution in national and transnational areas. Where the intense action taken by Indonesia in suppressing the number of land and/or forest burning is carried out through a strict monitoring system by the competent authority, such as the regional government (Pemda), strengthening law enforcement against parties who violate the applicable environmental provisions, such as implementing additional penalties, and multidoor law enforcement..keywords: implementation, good neighborliness principle, transboundary haze pollution, asean agreement on transboundaru haze pollution
Copyrights © 2023