Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai peran BUMDes yang mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi dan meretas kemandirian masyarakat Desa. Ditengah situasi ekonomi yang seperti ini pasca pandemi covid, pemberdayaan masyarakat sangat dibutuhkan untuk membantu meningkatkan pendapatan dan membangun unit-unit usaha baru di Desa. BUMDes merupakan wadah yang tepat dalam menopang atau penguat ekonomi desa yang dapat memberikan kesejahteraan kepada masyarakat desa itu sendiri. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Setting Penelitian dilaksanakan di Desa Telogorejo Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur. Sumber data dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Informan penelitian yaitu: Kepala Desa Telogorejo, Ketua dan Sekretaris BUMDes Bina Karya, dan Masyarakat setempat yang tergabung sebagai anggota. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik penjamin keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber. Sedangkan, teknik analisis data yaitu dengan (data reduction), penyajian data (data display), dan menarik kesimpulan (making conclusion). Berdasarkan hasil penelitian di lapangan dan analisa data yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa kinerja pengurus BUMDes Bina Karya Desa Telogorejo dalam meretas dan meningkatkan nilai ekonomi, sudah mengacu pada indikator-indikator kinerja dalam suatu organisasi. Kinerja yang dilaksankan oleh pengurus BUMDes Bina Karya merupakan bentuk usaha dalam upaya mewujudkan program-program yang telah dirintis dan dikembangkan menjadi bidang usaha yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Pengawasan kinerja dilaksankan oleh Ketua BPD beserta Kepala Desa Telogorejo. evaluasi kinerja BUMDes Bina Karya dilaksanakan satu bulan sekali yaitu pada Tanggal 30. Faktor penghambat yang memepengaruhi kinerja BUMDes Bina Karya Desa Telogorejo, yaitu: 1). BUMDes belum menjadi prioritas usaha bagi masyarakat desa, 2). Kesadaran pengurus BUMDes Bina Karya dalam kinerja yang belum optimal, dan 3). Lemahnya kemampuan manajerial pengurus BUMDes.
Copyrights © 2023