Kenyataan harus menjalani terapi hemodialisa bagi pasien dengan penyakit gagal ginjal kronik terutama stadium akhir adalah suatu kenyataan yang tidak dengan mudah bisa diterima dan dijalani. Prosedur terapi hemodialisa ini dilaksanakan 3-5 jam dan harus dijalani rata-rata 2 kali seminggu seumur hidup, supaya secara fisik tubuh dapat nyaman. Beratnya adaptasi pasien gagal ginjal kronik secara fisik, sosial, ekonomi dan psikologis untuk bisa menjalani terapi hemodialisa secara rutin ini membuat penulis tertarik untuk membuat sebuah literatur review tentang penerimaan diri pasien pada terapi hemodialisa. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui tahapan atau proses yang akan dialami pasien dalam menerima kenyataan harus menjalani terapi hemodialisa seumur hidup. Penelitian ini dibuat secara kualitatif sistematik review, data diperoleh secara oline dari database google schoolar, SINTA dan sciene direct . Diperoleh 23 artikel jurnal memenuhi syarat dengan kata kunci yang digunakan adalah penerimaan diri, hemodialisa, dan respon psikologis pasien gagal ginjal kronik, retang waktu publikasi dari tahun 2017 – 2022. Artikel jurnal ditelaah dan yang terpilih adalah artikel jurnal yang terdapat jawaban respon pasien selama menjalani terapi hemodialisa sampai dengan pasien menerima kondisi harus menjalani terapi hemodialisa seumur hidup. Hasil dari artikel yang terpilih didapatkan tiga tema besar sampai pasien menerima diri atau kondisi menerima diri harus menjalani terapi hemodialisa secara rutin. Tema tersebut meliputi; 1) pengalaman-pengalaman awal, 2) pengalaman-pengalaman adaptasi, 3) pengalaman-pengalaman penerimaan diri.
Copyrights © 2023