Stabilitas sistem tenaga listrik merupakan kemampuan suatu sistem untuk mempertahankan sinkronisasi dan keseimbangan dalam sistem akibat adanya gangguan. Studi stabilitas yang tepat dan berkelanjutan sangat diperlukan untuk menganalisa sistem supaya dapat bekerja secara efektif. Untuk mempelajari stabiltas sistem tenaga digunakan pemodelan terhadap komponen – komponen sepeti generator, saluran transmisi, dan beban. Pemodelan diturunkan dari persamaan matematis berupa persamaan diferensial nonlinier dengan menggabungkan dari persamaan sistem ke dalam persamaan ayunan mesin untuk membentuk suatu persamaan diferensial nonliier, maka dibutuhkan suatu metode penyelesaian persamaan tersebut. Suatu metode pendekatan numerik untuk menyelesaikan persamaan diferensial ordiner adalah metode Euler dan modifikasinya serta metode Runge-Kutta. Stabilitas sistem tenaga listrik dapat dievaluasi pada dua kondisi yang berbeda yaitu keamanan dan ketercukupan atau ketersediaan. Pengamanan erat kaitannya dengan waktu yang dibutuhkan untuk melepaskan diri dari sistem jika terjadi gangguan. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk lepas dari sistem jika terjadi gangguan yang berat, dalam hal ini lama waktu pemutusan krits untuk keperluan setting proteksi, ini telah menjadi pemikiran utama bagi para peneliti kestabilan sistem tenaga listrik. Dari hasil Simulasi diperoleh waktu pemutusan kritis sebesar 0.2 detik, di mana generator satu mengalami ayunan sudut rotor sebesar ( pada detik terhadap generator 3, sedangkan generator 2 mengalami ayunan sudut rotor pada detik terhadap generator 3
Copyrights © 2011