Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KEANDALAN DISTRIBUSI PRIMER TERHADAP UNJUK KERJA SUTM 20 KV PADA PT. PLN CABANG KENDARI Tambi Tambi
Dinamika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/djitm.v5i1.280

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa parameter – parameter sistem distribusi primer terhadap unjuk kerja saluran udara tegangan menengah di PT. PLN Cabang Kendari.  Pada penelitian ini akan dihitung besarnya jatuh tegangan yang terjadi pada Feeder Gubernur, Feeder Kubra dan Feeder Kendari Beach. Sebab menurut pihak PT. PLN Cabang Kendari bahwa ketiga penyulang tersebut terjadi jatuh tegangan yang melebihi batas yang diizinkan, dan hasil perhitungannya kemudian akan dibandingkan dengan standarisasi PLN. Metode yang digunakan adalah   dengan metode survey. Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran aktual mengenai Penempatan Transformator Berdsarkan Tegangan Jatuh pada Penyulang Gubernur, Penyulang Kubra dan Penyulang Kendari Beach yang ada di PT. PLN Cabang Kendari.Pengumpulan data ini dilakukan melalui instansi terkait dan melalui pengamatan langsung di lapangan.Jenis data yang dibutuhkan adalah data primer adalah data yang diperoleh langsung dari peninjauan lapangan atau survei langsung di lapangan. Data tersebut antara lain: data  primer yaitu data pembebanan  trafo distribusi pada setiap penyulang. Dari ketiga penyulang yang penulis lakukan pada penelitian ini  bahwa hanya Penyulang Kubra yang jatuh tegangannya melebihi batas yang diizinkan yaitu Gardu Trafo AMBD 29 dengan beban trafo 139 KVA sebesar 26,755 Volt, sehingga jika ditinjau dari standar SPLN tidak memenuhi syarat yaitu hanya sekitar 193, 25 Volt.   Sedangkan syarat minimal jatuh tegangan yang diizinkan adalah -10% atau sekitar 198 Volt.
DAMPAK DARI FACTS CONTROLLER PADA KEANDALAN GABUNGAN SISTEM PEMBANGKITAN DAN TRANSMISI DAYA LISTRIK Tambi Tambi
Dinamika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 3, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/djitm.v3i2.292

Abstract

Penelitian ini mengusulkan model optimisasi digunakan pada metoda gabungan evaluasi keandalan sistem daya listrik yang memasukkan dampak peralatan FACTS. Model aliran DC konvensional berbasis pemrograman linier yang digunakan pada metode evaluasi keandalan gabungan sistem diubah jadi model optimisasi taklinier yang meliputi dampak peralatan FACTS pada keandalan sistem daya.Model yang diusulkan diuji pada sistem uji keandalan 24-bus IEEE (RTS). Indeks  keandalan tahunan dihitung menggunakan model tersebut dan dibandingkan dengan indeks yang dihitung tanpa mempertimbangkan peralatan FACTS.
OPTIMASI PEMBANGKIT DENGAN MENGGUNAKAN METODE GRADIENT ORDE DUA Tambi Tambi
Dinamika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 1, No 2 (2010)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/djitm.v1i2.334

Abstract

-NA
ANALISA STABILITAS TRANSIEN SISTEM TENAGA LISTRIK BERDASARKAN WAKTU PEMUTUSAN KRITIS Tambi Tambi
Dinamika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/djitm.v3i1.308

Abstract

Stabilitas sistem tenaga listrik merupakan kemampuan suatu sistem untuk mempertahankan sinkronisasi dan keseimbangan dalam sistem  akibat adanya gangguan. Studi stabilitas yang tepat dan berkelanjutan sangat diperlukan untuk menganalisa sistem  supaya dapat bekerja secara efektif. Untuk mempelajari stabiltas sistem  tenaga digunakan pemodelan terhadap komponen – komponen sepeti generator, saluran transmisi, dan beban. Pemodelan diturunkan dari persamaan matematis berupa persamaan diferensial nonlinier dengan menggabungkan dari persamaan sistem  ke dalam persamaan ayunan mesin untuk membentuk suatu persamaan diferensial nonliier, maka dibutuhkan suatu metode penyelesaian persamaan tersebut. Suatu metode pendekatan numerik untuk menyelesaikan persamaan diferensial ordiner adalah metode Euler dan modifikasinya serta metode Runge-Kutta. Stabilitas  sistem tenaga listrik dapat dievaluasi  pada dua kondisi yang berbeda yaitu keamanan dan ketercukupan atau ketersediaan. Pengamanan erat kaitannya dengan waktu yang dibutuhkan untuk melepaskan diri dari sistem jika terjadi gangguan. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk lepas dari sistem jika terjadi gangguan yang berat, dalam hal ini  lama waktu pemutusan krits  untuk keperluan setting proteksi, ini telah menjadi pemikiran utama bagi para peneliti kestabilan  sistem tenaga listrik. Dari hasil Simulasi diperoleh waktu pemutusan kritis sebesar 0.2 detik, di mana generator satu mengalami ayunan sudut rotor sebesar (  pada detik terhadap generator 3, sedangkan generator 2 mengalami ayunan sudut rotor   pada    detik terhadap generator 3
PEMODELAN DAN PENGENDALIAN MOTOR LISTRIK 15 HP 240 VOLT 2500 RPM Tambi Tambi
Dinamika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 4, No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/djitm.v4i1.301

Abstract

Suatu motor DC terkendali jangkar (armature-controller DC motor) dapat dimodelkan dengan suatu sistem linear yang masukannya tegangan jangkar (Ea) dan outputnya kecepatan sudut (w). Dalam tulisan ini akan dijelaskan beberapa metode dalam pemodelan sistem untuk menentukan arus dan kecepatan pada motor DC. Jika motor DC diberikan tegangan nominal maka motor akan mengalami kecepatan nominal pula. Arus start yang besar pada motor akan menyebabkan gangguan pada motor DC sendiri dan sistem jala-jala. Pengaturan kecepatan motor DC dapat dilakukan dengan 1) menambahkan R seri, 2) Mengatur Ea. Motor DC terkendali jangkar dengan maksud mengurangi lonjakan arus start dapat juga dilakukan secara daur tertutup (closed-loop), tapi memerlukan sensor kecepatan (tachogenerator) sebagai umpan-balik dan pengaturan tegangan jangkar Ea menggunakan penyearah terkendali.