Ketersediaan bahan baku berkualitas tinggi sangat penting untuk setiap manufaktur. Dikarenakan tingginya biaya bahan baku di dalam kota, bahan baku yang dipakai didatangkan dari pulau jawa dengan masa tunggu 4 hari sehingga sering terjadi kekosongan pada proses produksi. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan metode EOQ lebih menghemat biaya persediaan bahan baku dibandingkan dengan kebijakan UMKM BL. Seluruh biaya persediaan bahan baku kain dengan menggunakan kebijakan UMKM BL sebesar Rp4.794.779, sedangkan dengan menggunakan metode EOQ hanya menghabiskan biaya sebesar Rp2.025.837, penghematan sebesar Rp2.768.943. Biaya total persediaan bahan baku lilin sebesar Rp.2.158.235 sedangkan metode EOQ Rp.954.974 menghemat biaya sebesar Rp. 1.203.261 dan bahan baku pewarna sebesar Rp.1.159.000 sedangkan metode EOQ Rp.413.521 menghemat biaya sebesar Rp.745.479.
Copyrights © 2023