Era New Digital antara lain dalam bentuk Society 5.0 maupun Hyperreality adalah bukti sementara atas kemajuan teknologi tanpa batas, yang diakselerasi oleh pandemic Covid-19. Pesatnya kemajuan teknologi digital telah mendistorsi sebagian fungsi Public Relation antara lain sebagai sumber informasi terpercaya, pembentuk brand image dan pembentuk kolaborasi berkelanjutan di perusahaan dengan masyarakat. Tujuan kajian ini untuk mengetahui bagaimana penguatan peran dan fungsi public relations di era new digital. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kepustakaan. Metode pengumpulan data yang digunakan yakni metode dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan kajian kepustakaan dan dokumentasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa untuk mempertahankan dan mengembangkan eksistensinya, Public Relation perlu mensikapinya dengan peningkatan keakhlian digital, pendayagunaan artifial intelligence dan kemampuan mensintesa dalam memproduks, menyebarluaskan dan memonitor efektivitas informasi sintesa yang dihasilkannya dalam merubah perilaku masyarakat. Diperlukan pula peningkatan soliditas dan kolaborasi dengan berbagai pihak, untuk meningkatkan dan mempertahankan keunggulan kompetitif Public Relation dalam dunia yang semakin dinamis.
Copyrights © 2022