Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status pekerjaan dan pendidikan dengan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan Cross Sectional, Jumlah sampel yang diambil penelitian ini adalah 45 orang. Dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan metode analitik (kuantitatif) menggunakan data primer dengan kuesioner. Sebagian besar (88,9%) ibu hamil memiliki tingkat pengetahuan kurang tentang tanda bahaya kehamilan. Sebagian besar (80.0%) ibu hamil yang mempunyai tingkat pendidikan rendah (≤ SMP). sebagian besar (77.8%) ibu hamil tidak bekerja. Secara statistik tidak terdapat hubungan antara status pekerjaan dengan pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan. Terdapat hubungan antara pendidikan dengan pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan. Tenaga kesehatan diharapkan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyaraka terutama dalam pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai tanda bahaya kehamilan dalam melakukan penyuluhan dan kelas ibu hamil.
Copyrights © 2016