Jurnal Pelangi
Vol 6, No 1 (2013)

KEHIDUPAN CORP TJADANGAN NASIONAL (CTN) DI BUKIT NILAM PASAMAN PADA MASA PRRI (1956-1958)

Meldawati, Meldawati (Unknown)



Article Info

Publish Date
07 Aug 2015

Abstract

Penelitian ini membahas masa depan CTN di Pasaman PRRI. CTN, secara khusus, dipengaruhi oleh rasionalisasi pemberontak terakhir pada cabinet Hatta. CTN adalah orang Jawa yang baik dan  berasal dari Yogyakarta, orang-orang Jawa yang telah tinggal di Kalimantan. CTN masuk Pasaman, khususnya pada daerah Bukit Nilam. Hal ini karena desa Bukit Nilam adalah bekas perkebunan Belanda pada munculnya PRRI yaitu peristiwa sentimen terhadap orang Minang Jawa, khususnya di Bukit Nilam. Akibatnya kehidupan CTN menderita. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan kedatangan awal CTN di Bukit Nilam Pasaman, dan menggambarkan kehidupan CTN di Bukit Nilam Pasaman pada masa PRRI (1958-1961).Metode penelitian ini metode sejarah. Awal pengumpulan data (heuristik) adalah mencari dokumen, surat kabar dan buku yang berkaitan dengan kehidupan masa depan CTN PRRI. Wawancara lebih lanjut dilakukan dengan anggota CTN dan orang-orang yang menyaksikan peristiwa PRRI di Pasaman. Setelah data terkumpul,  dilakukan kritik sumber, memilah-milah berdasarkan kategori atau fokus penelitian, kemudian, menjelaskannya secara tertulis (historiografi)Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa CTN di Pasaman adalah mantan jenderal angkatan darat berdarah Jawa yang berasal dari Kalimantan. Alasan CTN untuk datang ke Pasaman karena sulitnya mendapatkan kehidupan yang lebih baik di Kalimantan. CTN Pasaman ditempatkan di daerah-daerah terutama di Bukit Nilam, karena Bukit Nilam adalah mantan perkebunan jaman penjajahan Belanda. Setelah kemerdekaan Indonesia,  Bukit Nilam diserahkan kepada pemerintah Indonesia Belanda kerajaan, khususnya Menteri Pertahanan dan Keamanan (Menteri Pertahanan). CTN bertempatlah di Bukit Nilam. 

Copyrights © 2013