Banyak bangunan infrastruktur transportasi dibangun pada tanah lunak yang tebal, sehingga masalah penurunan yang berlebihan menjadi penting dan harus dicari solusinya. Pada lokasi tersebut, sebelum dilakukan pembangunan infrastruktur, umumnya dilakukan lebih dulu perbaikan tanah guna menjamin stabilitas jangka pendek maupun jangka panjangnya. Cara-cara perbaikan tanah yang yang lazim dilakukan dapat berupa pembongkaran dan penggantian, prapembebanan, drainase vertikal, injeksi, stabilisasi tanah, perkuatan tanah dan lain-lainnya. Salah satu alternatif cara perbaikan tanah yang sering digunakan dalam Pembangunan timbunan pada tanah lunak adalah drainase vertikal. Dalamperkembangannya, pada waktu sekarang ini, drainase vertikal konvensional dikombinasikan dengan prapembebanan vakum. Beberapa keuntungan dapat diperoleh dari cara ini, antara lain tinggi timbunansebagai preload dapat direduksi dan masalah ketidakstabilan lereng timbunan saat pembangunan dapat diminimalkan. Keberhasilan pemakaian metode vakum ini bergantung banyak faktor, seperti: kebocoransistem membran, adanya lensa-lensa tanah lolos air di dalam zona tanah yang ditangani. Makalah ini menyajikan state-of-the art dari berbagai hal yang menyangkut teori dan aplikasi metode prapembanan vakum bila digunakan dalam perbaikan tanah lunak.
Copyrights © 2017