Pada sistem Computed Radiografi (CR), radiografer dapat mengetahui apakah faktor eksposi yang digunakan untuk akuisisi gambar terlalu rendah atau terlalu tinggi melalui nilai Exposure Index. Exposure index merupakan indicator jumlah paparan radiasi yang sampai pada detector pada pemeriksaan radiologi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proporsi citra/radiograf yang berada pada rentang exposi optimal, overexposure, maupun underexposure. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada salah satu rumah sakit milik pemerintah di daerah klungkung, Bali. Nilai DI untuk beberapa pemeriksaan dikumpulkan secara retrospective dari bulan Oktober 2021 hingga Maret 2022, melalui CR merk Fuji Film. Sebanyak 3933 data dari pemeriksaan Thorax (1195), Abdomen (444) dan Extremitas atas (1319) dan extremitas bawah (975) dikumpulkan dari penelitian ini. Selanjutnya, proporsi underexpose, optimal dan overexpose pada masing-masing pemeriksaan dihitung diolah dengan menggunakan Ms.Excel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan nilai Deviation Index berada diluar batas rekomendasi, dimana terjadi proporsi over exposure dan under exposure yang relatif tinggi, dengan persentase under exposure tertinggi pada pemeriksaan Thorax (97.2%), dan overexposure tertinggi pada pemeriksaan Abdomen (85.8%). Kesimpulan: Dengan proporsi under exposure dan over exposure yang cukup tinggi pada pemeriksaan Thorax, Abdomen, Ekstremitas Atas, dan Ekstremitas Bawah diperlukanĀ upaya perbaikan mutu pelayanan melalui program QA/QC sehingga dihasilkan radiograf yang bernilai diagnostic dengan dosis radiasi yang optimal.
Copyrights © 2023