Khaled Abou el-Fadl merupakan tokoh hermeneutika muslim kontemporer yang berasal dari jazirah Arab. Dalam menginterpretasi sebuah teks, Khaled menitik beratkan pada tiga aspek dalam analisisnya. Pertama, peran pengarang sebagai pembuat dan perumus teks. Kedua, teks sebagai sebuah makna setelah pengarang. Ketiga, pembaca sebagai pihak yang menetapkan makna. Selain itu ia juga menambahkan lima persyaratan bagi pembaca sebagai interpreter text: kejujuran, kesungguhan, kemenyeluruhan, rasionalitas, dan pengendalian diri. Tujuan dari hermeneutika negosiasinya agar teks-teks agama tidak dipahami secara otoritatif sebagai kebenaran tunggal dan tidak adanya kebenaran yang diklaim sepihak, sehingga perlunya proses negosiasi (negotiating process) dalam melahirkan sebuah makna.
Copyrights © 2023