Serah terima yang dilaksanakan dengan baik dapat memberikan pelayanan kesehatan bagi pasien, oleh karena itu perawat perlu melakukan komunikasi SBAR karena komunikasi tersebut dilakukan secara terstruktur dalam menyampaikan kondisi pasien. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan keefektifan komunikasi SBAR dalam Pelaksanaan Handover Di RSUD Dr.M.M Dunda Limboto. Desain penelitian kuantitatif dengan metode analisis deksriptif, subjek penelitian yang digunakan adalah 41 perawat di RSUD Dr. M.M. Dunda Limboto dan menggunakan uji statistik deskriptif. Hasil penelitian diperoleh komunikasi SBAR saat handover dalam aspek situation mayoritas efektif sebanyak 38 responden (93%), aspek background mayoritas kurang efektif sebanyak 38 responden (93%), aspek assesment mayoritas efektif sebanyak 27 responden (66%) dan aspek recommendation mayoritas efektif sebanyak 35 responden (85%). Kesimpulan komunikasi SBAR dalam aspek situastion, assesement dan recommendation sudah efektif dilakukan perawat, sedangkan aspek bacground kurang efektif dilakukan perawat.
Copyrights © 2023