Dalam satu dekade terakhir terjadi banyak perusabahan dalam industri otomotif di dunia bahkan Indonesia. Konsumen otomotif saat ini memiliki kecenderungan untuk mulai beralih ke mobil listrik. Selain dianggap lebih ramah lingkungan, mobil listrik dinilai lebih efisien karena tidak memerlukan BBM sebagai bahan bakar, melainkan cukup mengecas baterai secara berkala layaknya telepon genggam. Walaupun demikian, untuk konsumen Indonesia, mobil listrik terbilang belum terlalu populer disebabkan harganya masih lebih mahal daripada mobil bermesin konvensional. Untuk meningkatkan penetrasi mobil listrik, pemerintah mulai memberikan kemudahan termasuk dalam hal pajak. Diyakini untuk jangka panjang, mobil listrik secara perlahan akan menggeser pasar mobil tradisional apalagi Indonesia merupakan produsen terbesar nikel dunia yang merupakan bahan baku utama baterai mobil listrik.
Copyrights © 2023