LaGeografiA
Vol 21, No 2 (2023): Februari

Profil Deforestasi di Daerah Aliran Sungai Maros Provinsi Sulawesi Selatan

Nasiah Badwi (Jurusan Geografi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar)
Muhammad Yusuf (Jurusan Geografi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar)
Muh. Chaeril Anam (Jurusan Geografi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar)



Article Info

Publish Date
03 Mar 2023

Abstract

Oxygen is an important requirement for human life. Oxygen is produced by forests. As population growth increases, the need for land use also increases, so that forest land is deforested. This study aims to determine the dynamics of forest land change and the profile of deforestation in the Maros River Basin. This study uses quantitative analysis with a descriptive approach. The data used in this study is land cover data in the form of shapefiles obtained from the Makassar Region VII Forest Area Consolidation Agency, which is then processed using a Geographic Information System (GIS). The results of the analysis show that for 30 years (1990-2020) the forest area has decreased by 1,057.90 hectares. Changes in forest land to shrubs, settlements/built-up land, savanna/grasslands, bodies of water, mixed gardens, and rice fields. The most preferred residential land use. The results for the deforestation profile in the Maros watershed obtained 4 different types of deforestation profiles, where overall the majority of the Maros watershed are not vulnerable to deforestationĀ AbstrakOksigen merupakan kebutuhan penting bagi kehidupan manusia. Oksigen dihasilkan oleh hutan. Dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk, kebutuhan akan penggunaan lahan juga meningkat, sehingga lahan hutan mengalami deforestasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika perubahan lahan hutan dan profil deforestasi di DAS Maros. Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data tutupan lahan berupa shapefile yang diperoleh dari Badan Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah VII Makassar, yang kemudian diolah menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil analisis menunjukkan bahwa selama 30 tahun (1990-2020) luas hutan mengalami penurunan sebesar 1.057,90 hektar. Perubahan lahan hutan menjadi semak belukar, pemukiman/lahan terbangun, sabana/padang rumput, badan air, kebun campur, dan persawahan. Penggunaan lahan perumahan yang paling disukai. Hasil profil deforestasi di DAS Maros diperoleh 4 jenis profil deforestasi yang berbeda, dimana secara keseluruhan sebagian besar DAS Maros tidak rentan terhadap deforestasi.

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

Lageografia

Publisher

Subject

Humanities Education Physics Social Sciences Other

Description

LaGeografia adalah open journal system yang menggunakan sistem peer-review pada jurnal yang di submit yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Geografi, Jurusan Geografi, Universitas Negeri Makassar. LaGeografia adalah jurnal Open-Access dan diterbitkan tiga kali setahun setiap bulan Oktober, ...