Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar memiliki kekayaan sumber daya laut yang tinggi, sehingga memiliki potensi yang besar pada bidang maritim dalam pembangunan ekonomi nasional jangka panjang. Dalam realisasinya, pengelolaan ekonomi kelautan menemui banyak tantangan dan belum terlaksana dengan optimal. Blue economy bisa dijadikan salah satu upaya yang dapat ditempuh untuk memulihkan perekonomian Indonesia yang memburuk akibat adanya pandemi Covid-19. Pemetaan sektor unggulan dalam bidang kemaritiman untuk wilayah provinsi di Indonesia menjadi salah satu kunci utama dalam proyeksi blue economy. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu dokumentasi. Objek penelitian pada tulisan ini yaitu 34 provinsi di Indonesia. Analisis statistika yang digunakan adalah analisis cluster hierarki metode average linkage untuk mengelompokkan provinsi di Indonesia berdasarkan proyeksi sektor unggulan dalam indikator blue economy. Setelah dilakukan pengelompokkan, didapatkan jumlah cluster optimal sebanyak 3 cluster dengan nilai Pseudo-F tertinggi yaitu 6,2642. Hasil penelitian menyatakan bahwa terbentuk 3 cluster dengan tingkat capaian indikator blue economy yang dikategorikan rendah, sedang, dan tinggi. Maka dari itu, strategi kebijakan yang sesuai dengan karakteristik setiap cluster perlu dilakukan agar upaya memulihkan perekonomian dan mewujudkan Indonesia yang biru secara berkelanjutan dapat berlangsung secara maksimal dan efisien.Kata Kunci: Analisis Cluster, Average Linkage, Blue Economy, Maritim, Pseudo-F
Copyrights © 2023