Peristiwa pandemi COVID-19 mewabah sangat cepat ke seluruh negara dan sangat berbahaya bagi keselamatan manusia. Keadaan ini memaksa banyak pemerintah menerapkan kebijakan pembatasan berskala besar (PSBB). Hal ini mengakibatkan interaksi antara manusia secara langsung sangat dibatasi. Hilangnya kontak langsung antara guru dan murid dalam proses pembelajaran menimbulkan tantangan dalam pembejaran PJOK. Namun demikian hak murid akan kebutuhan untuk memperoleh ilmu pengetahuan harus tetap terpenuhi.Hilangnya kontak langsung antara guru-murid akibat pembatasan jarak (physical distancing) menimbulkan beberapa tantangan dalam pelaksanaan proses belajar-mengajar PJOK. Tantangan-tantangan tersebut antara lain sebagai berikut: guru mengalami kesulitan untuk melakukan proses pembimbingan dalam pencapiaan kompetensi yang harus dimiliki oleh murid, mengukur objektivitas hasil evaluasi pembelajaran yang dilakukan oleh murid, memastikan bahwa murid terlibat secara aktif dalam pembelajaran yang dirancang, Pembelajaran berbasis internet sangat tergantung ketersediaan alat misal HP android, sinyal internet, paket data internet, Menambah kompleksitas peran orangtua dalam Pendidikan anaknya, dan adanya gegar budaya dalam proses pembelajaran.Di balik adanya tantangan akibat pandemi COVID-19 ini muncul berbagai peluang dalam pembelajaran PJOK. Peluang-peluang tersebut antara lain sebagai berikut: 1) adanya percepatan dalam literasi digital, 2) kreativitas dan inovasi guru dalam pembelajaran berbasis komputer meningkat, dan 3) adanya percepatan adaptasi terhadap paradikma kehidupan abad 21. Keadaan ini mungkin belum akan dilakukan oleh sebagian besar guru PJOK saat ini apabila tidak terjadi pandemi COVID-19. Wacana peradaban abad 21, revolusi industry 4.0, dan kemajuan lain-lainnya masih sekedar wacana di beberapa seminar atau diklat kini mulai terbukti. PANDEMIC COVID-19 A CHALLENGE AND OPPORTUNITY FOR HEALTH AND SPORTS PHYSICAL EDUCATION LEARNING IN JUNIOR HIGH SCHOOLAbstract The COVID-19 pandemic event spreads very quickly throughout the country and is very dangerous for human’s safety. This situation forced many governments to implement large-scale restriction policies. This resulted in direct human interaction is very limited. The loss of direct contact between teachers and students in the learning process raises challenges in Physical Education Sport and Healt (PESH) learning. However, the right of students to the need to acquire knowledge must still be fulfilled. The loss of direct teacher-student contact due to physical distancing poses several challenges in the implementation of the Physical Education Sport and Healt teaching and learning process. These challenges include the following: teachers experience difficulties in carrying out the mentoring process in achieving competencies that must be owned by students, measuring the objectivity of the results of learning evaluations carried out by students, ensuring that students are actively involved in designed learning. Internet-based learning is very dependent on the availability of tools such as Android cellphones, internet signals, internet data packages, adding to the complexity of the role of parents in their child's education, and the presence of cultural shock in the learning process. Despite the challenges caused by the COVID-19 pandemic, various opportunities emerged in PESH learning. These opportunities include the following: 1) there is an acceleration in digital literacy, 2) the creativity and innovation of teachers in computer-based learning increases, and 3) there is an acceleration of adaptation to the 21st century life paradigm. PESH teachers at this time if there was no COVID-19 pandemic. Discourse on 21st century civilization, industrial revolution 4.0, and other advances that are still just discourses in several seminars or training is now starting to be proven.
Copyrights © 2022