Orang tua tunggal ialah orang tua yang hidup sendiri tanpa adanya dampingan dari suami/istri, dalam membesarkan anak dalam satu rumah karena salah satu dari orang tua meninggal, bercerai, pekerjaan yang jauh, sehingga hanya satu orang tua yang berperan ganda baik sebagai ayah sekaligus sebagai ibu dalam memenuhi kebutuhan anak baik kebutuhan jasmani, rohani, maupun pendidikan. Pendampingan merupakan salah satu bentuk pelayanan yang dilakukan oleh Majelis Gereja kepada warga jemaatnya yang mengalami pergumulan hidup, secara hususnya pendampingan bagi perempuan sebagai orang tua tunggal. Penelitian ini dilaksanakan di Jemaat Sin Pararra’ Klasis Seriti, yang dalam merampungkan penulisan, metode yang digunakan ialah metode kepustakaan yakni mencari sumebr referensi yang berkaitan yang berkaitan dengan topik yang diteliti. Selain itu penulis juga terjun langsung ke lapangan untuk melakukan observasi dan wawancara secara langsung dengan responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa majelis gereja telah melakukan pendampingan kepada perempuan sebagai orang tua tunggal. Sekalipun demikian pendampingan yang dilakukan belum maksimal karena baru bersifat normatf. Kesimpulan umum yang diperoleh menunjukkan bahwa dengan adanya pendampingan maka perempuan sebagai orang tua tunggal dapat keringanan beban hidup serta merasakan kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya. Melalui penguatan yang diperoleh melalui pendampingan, mereka dimampukan mengambil keputussan dalam menjalani kehidupan yang lebih baik dan bermakna.
Copyrights © 2022