Penelitian ini dilakukan dengan metode convenience sampling dan purposive sampling, dimana setiapĀ responden akan ditunjukkan showcard yang menampilkan 36 produk dan akan ditanyakan apakah membeli produk-produk yang terdapat dalam showcard dan diminta untuk menyebutkan harga produk yang baru saja dibeli. 1270 data persepsi (recall prices) berhasil dikumpulkan dari 1121 responden. Tujuan penelitian adalah untuk menguji persepsi konsumen baik persepsi underestimate, overestimate maupun exactly correct, pada beberapa tingkatan harga ganjil. Harga-harga ganjil dalam studi ini dibagi ke dalam 3 kategori. Kategori pertama merupakan kelompok harga ganjil Kategori kedua adalah kelompok harga ganjil yang nilainya diatas harga genap dan kategori terakhir adalah kelompok harga ganjil yang nilainya dibawah harga ganjil kategori pertama. Hasil pengujian menunjukkan bukti bahwa Odd Prices tidak selalu dipersepsikan underestimate oleh konsumen, dan kelompok harga dengan nilai diatas harga genap/even yang justru lebih banyak dipersepsikan underestimate oleh konsumen. Di samping itu, hampir semua harga ganjil di tiap kelompok dipersepsikan overestimate. Sedangkan pada tingkatan harga Rp.70.000-100.000, harga ganjil lebih banyak dipersepsikan underestimate oleh konsumen. Hasil ini memberikan implikasi bahwa tidak selamanya odd prices dipersepsikan underestimate oleh konsumen, dan hampir semua responden lebih menyukai untuk membulatkan harga ganjil ke harga genap terdekat. Hal ini memberikan kemungkinan bahwa responden kurang mengingat harga ganjil dengan baik dan ini dapat dimanfaatkan sebagai kesempatan bagi peritel untuk mempengaruhi keputusan pembelian yang dilakukan konsumen dengan menggunakan strategi harga yang tepat.
Copyrights © 2022