Peningkatan jumlah balita stunting di Kelurahan Tegallega terjadi karena selama pandemi terdapat aturan mengenai ketentuan Posyandu dalam melakukan kegiatan, sehingga kontrol untuk gizi balita tidak maksimal. Penyebab lainnya yaitu kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya asupan gizi yang baik untuk balitanya. Pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan edukasi dan sosialisasi oleh tim pengabdi yang terdiri dari tenaga ahli farmasi untuk edukasi pengetahuan stunting dan tenaga ahli sistem informasi untuk sosialisasi pemanfaatan aplikasi panduan gizi makanan balita. Mitra dalam kegiatan pengabdian yaitu Posyandu Nusa Indah 1 dan Posyandu Kenanga 3. Sasaran peserta yaitu kader posyandu, ibu yang memiliki balita, dan ibu hamil. Kegiatan dilakukan secara luring di Posyandu yang kemudian diberikan edukasi dan sosialisasi pengetahuan stunting dan asupan gizi makanan untuk balita. Aplikasi yang disosialisasikan dapat menampilkan menu kalkulator gizi balita untuk mengetahui status gizi balita yang terdiri dari gizi buruk, gizi kurang, gizi normal, gizi lebih dan obesitas dan juga informasi rekomendasi penanganan yang harus dilakukan oleh orang tua terhadap status gizi balita. Menu kandungan gizi yang terdapat pada aplikasi menampilkan kandungan gizi pada beberapa makanan yang direkomendasikan. Halaman menu lain terdapat rekomendasi resep MPASI untuk baduta. Tim pengabdi memberikan kuesioner sebagai acuan berhasil atau tidaknya kegiatan edukasi dan sosialisasi. Penyebaran kuesioner dilakukan dua tahap yaitu pretest dan posttest. Hasil analisis data pretest dan posttest terlihat sangat signifikan perkembangan pengetahuannya, peserta sangat terbantu dengan aplikasi panduan gizi makanan anak balita.
Copyrights © 2023